Desember 05, 2011

Hoping for an early Birthday Gift

Setelah 'telat' mens selama 8hari dan bolak-balik testpak tidak kunjung +, which is suatu hal yang tidak pernah saya alami seumur hidup saya, kecuali pada saat hamil si neng Biya, kami- saya,suami,Biya memutuskan untuk periksa ke dokter kandungan.
HPHT saya sebelumnya tgl 27 Oktober, sampai hr ini pun saya belum kedatangan tamu bulanan saya. menurut dokter Budi Santoso, Harapan Bunda Ps.Rebo, setelah memeriksa melalui USG transvaginal, beliau mendapati penebalan rahim yang diterjemahkan dapat berarti 3 hal: Tidak hamil, penebalan karena rahim akan mengeluarkan darah haid; Hamil, penebalan dimaksudkan karena akan dipersiapkan untuk penanaman janin;Hamil, krn tidak terdeteksi tumbuhnya kantung janin maka ada kemungkinan hamil diluar kandungan dan harus di kuret

Fuiiihhh...jadi deg2an.
saya pikir mengetahui seorang wanita hamil atau tidak sangat mudah proses nya. seperti kejadian saya hamil neng Biya dlu. telat 4hari saya testpak dan positif, lalu saya periksa ke dokter dan dinyatakan benar2 hamil. namun kali ini, ternyata tidak seperti dugaan saya.
menurut dr.Budi kemungkinan hamil ada, karena beliau mendapati hal yang tidak biasa di rahim saya, kemudian saya di berikan vitamin asam folat dan klo tetap tidak haid saya diminta kembali 3minggu mendatang pada saat vit tersebut habis.

setelah Biya berumur 2thn, keinginan saya dan diamini suami untuk punya anak sudah menggebu, karena sebelumnya terhambat proses caesar kelahiran anak pertama maka saya memutuskan untuk menunda sampai lebih dari 3thn pada saat melahirkan anak kedua dengan harapan saya dapat merasakan pengalaman melahirkan normal.

akhirnya setelah perjalanan panjang (*lebay) saya menghentikan KB spiral saya bulan lalu, dan sejak itu smp saat ini kami ma sih berharap segera dapat momongan lagi. ^^ saya selalu suka bulan desember, bukan karena dibulan ini saya lahir, tapi karena dibulan ini tutup tahun, dimulai nya suatu harapan baru di tahun yang baru, dan kemudian melupakan menyelesaikan resolusi selama 12 bulan kebelakang. tapi overall saya berharap di bulan desember ini I have an early birthday gift from Allah, an opportunity to experienced once again a beautiful process of being a mother for a baby^-* aminnnn

November 29, 2011

Good bye


Kemarin, 29 November 2011

salah satu sahabat berduka, suami tercinta nya meninggal dunia karena serangan jantung. so sudden, paginya sang suami masih mengantar sahabar saya untuk pergi kekantor, mereka masih berpisah seperti biasa, ngga ada firasat, ngga ada pertanda, hanya rasa kosong yang besar saat tau sang suami pergi..meninggalkan dia dan calon bayi mereka yang masih di kandungan dengan usia 8  bulan.
setelah penantian panjang sahabat&suami akan anak, setelah 6thn, tinggal selangkah lagi untuk menimang buah hati, namun sang ayah tidak sempat melihat buah hati mereka, ia terlalu disayang olehNya, ia mendapat kehormatan dariNya untuk mengisi sisi surgaNya.

Turut berduka cita atas kepergian DANANG SARLIVIA SUSANTO a husband, a 'will be loving father'
"a gentleman always go first to prepare heaven for his wife and children"
Be good Bro, we will always pray for you T_T

November 22, 2011

obrolan absurd

disuatu ketika disebuah kamar:

Daddy (D) : " Bi, daddy jemput mommy dulu yah, Bi dirumah aja, daddy naik motor"
Biya (B) : "ikutttt (rengek2), naik karjo ajah (karimun Ijo)"
D: " ga bisa karjo nya lg mogok
B : "naik kijang yang Kung ajaaaa"
D : "jangan Bi, daddy ngga enak saya eyang"
B : "enak ah..kijang dingin ada AC nya"
D: *pura2ga denger*

(D): Biya!! Berapa kali daddy bilang, daddy ga suka mbah Bear (boneka bear yg segede alaihisalam hadiah dr budenya) itu debu ‘nak..daddy alergi debu
(B): (dgn sedih ga jd main mbah bear) daddy ga suka ya mbah bear? (trus ambil mainan lain)

Lain waktu..
B: daddy..daddy..tutup deh hidungnya (sambil ambil kaos kaki buat tutup idung daddynya)
D: kenapa emangnya?
B: Biya nih mau ambil mbah bear buat mainan
D: %*&$&^

November 07, 2011

Dana melahirkan

barusan denger temen ngeluh, biaya melahirkan mahal bgt sekarang. istri nya caesar harus bayar 10juta termasuk biaya kamar. Bukannya si teman ini tidak ditanggung kantor biaya melahirkannya, cuma plafon kantor ngga cukup untuk menanggung biaya melahirkan yang setinggi itu.
saya jadi ingat 3 tahun yang lalu, waktu saya melahirkan Sabiya. waktu itu umur kami (saya dan suami) masih 24tahun. newly weds...bahkan rumah pun kami ngga punya, boro2 kendaraan. pekerjaan kami pun hanya pekerjaan biasa bergaji standard. berangkat dari idealisme kami yang ngga ingin dibantu untuk urusan keluarga kecil kami, dari saya hamil 4 minggu smp saya hamil 9 bulan saya dan suami bersikeras mengencangkan ikat pinggang untuk menabung biaya melahirkan..atau biaya apapun yg nantinya akan timbul selama proses saya melahirkan.

berhasil!! dengan tanpa bantuan financial dr ortu kami, kami berhasil menanggung biaya melahirkan yang pada saat itu nilai nya lumayan besar buat kami.

lalu saat ada beberapa orang yang mengeluh tentang mahalnya biaya melahirkan saat ini, dan mereka itu bekerja, dan pasangan mereka itu bekerja juga, saya jd wondering, hamil itu bukan penyakit tiba-tiba, Allah sudah mengatur sedemikian rupa supaya kita calon ortu mampu untuk menanggulangi peristiwa hamil-melahirkan-punya anak tsb, kita diberikan waktu 9 bulan untuk bersiap2...saat mereka tidak siap baik secara moril atau pun materil, I was wondering; "where they have been for the entire 9 months????"

yaa..bukannya saya mengecilkan arti kehamilan, tapi kadang2 excitement yg timbul saat tau istri hamil terlalu berlebihan smp membuat mereka lupa sisi financial mereka untuk menyambut si jabang bayi.

suami saya pernah cerita, ada teman kantornya memasukkan aplikasi pinjaman sejumlag 25juta. menurutnya uang itu akan digunakan untuk biaya melahirkan. saya tanya:"kok banyak bgt" ternyata sang istri teman tsb, ingin melahirkan di salah satu rumah sakit beken yg terkenal mahal, dan saya pun mengkhayal, oohh mungkin dia mau melahirkan disitu biar ketemu artis, atau dia pun akan menggunakan kelas utama untuk melahirkan disitu..cakepppp..melahirkan di RS beken, ngambil kelas utama...pake duit pinjeman..pinter2 yah org jaman skrg! hehehe

dulu saya melahirkan dirumah sakit pinggir kota, rumah sakit yg sangat standar dalam hal pelayanan, tp saya dapat dokter yang baik disini, yang tidak peduli di kelas manapun kami dirawat, pelayanan melahirkan nya tetap sama. believe it, saya hanya mengambil kelas 3, karena saya takut uang tabungan kami tidak cukup untuk membayar kelebihan biayanya. sementara teman2 seumuran saya pada saat melahirkan selalu berusaha mengambil kelas VIP, dengan alasan tidak bisa tidur sekamar dan berbagi kamar mandi dengan yg lain..untung saya terbiasa hidup survive dimana pun dalam keadaan apapun, jadi saya ngga peduli kondisi kamar tempat saya dirawat ataupun seberapa bersih kamar mandi rumah sakit saat itu, saya bahkan lupa rasa nya pasca operasi caesar, yang saya ingat saya sangaaattt bahagia waktu itu *hehehehe jelas laaahh

over all...setiap fase hidup itu pasti suatu proses, buat kami menikmati hasil dari suatu fase hidup itu suatu hal yang membahagiakan, tp lebih membahagiakan lagi bisa menikmati proses pencapaian fase itu.

November 03, 2011

Flu itu berat, Jendral

hey ho...

Many good news today.

ipar perempuan saya (no, not the evil one, the other one..) hamil anak pertama. waaa...setelah nunggu 2thn lebih akhirnyaaaa...saya ikut seneng. walaupun saya iri juga. eversince Biya umur 2thn tadinya saya udah rencana mau nambah anak. tapi terbentur kontrak kerjaan yg melarang saya buat punya anak dulu. tapi insya Allah nih insya Allah klo Tuhan mengijinkan..this year I've made a big decision, aminn aminn *jadi malu* (lahhh). selamat untuk dandy dan sekar yaaaa...

talking about another good news,
akhirnya setelah beberapa bulan si merah (motor si papa ayam) hanya jadi penghuni musium bernama "garasi" setelah kedatangan Eyang kung dari Medan, si merah per hari ini officially bisa dipakai lagi. Rencana nya sih, karena si papa ayam ngga mau pake motor itu lg dan lebih setia sma si Karjo dan si trans jakarta, maka kita sepakat mau jual si merah. jual dimana? berapa? kemana? aahh..bodo itu mah urusan eyang kung ^_^ anak yg ga tau diri dah dipinjemin uang buat benerin motor, di benerin motornya, disuruh juga jualin *noyor diri sendiri*

tadi pagi baca blog ini
dan sadar klo banyak bgt kekurangan saya dalam memperlakukan orang tua saya *tarik ingus elap air mata* saya merasa belom sepantas nya saya dibilang anak berbakti dan menantu baik. ok I fu*ked up on this matter sometimes. di besarkan dr keluarga yang sangat amat demokratis, kadang saya suka ngga sadar betapa sebenarnya sisi romantis itu perlu dalam hubungan anak-orang tua. tidak mau anak saya Biya terjebak di sifat yg sama cueknya dengan saya, dari sekecil ini , setiap saya ingat, saya berusaha buat dia sadar bahwa kata2: "mommy Love you, Biya..you know that don't you?" itu penting sekali diucapkan ke org2 yg kita sayang. itu juga yang saya coba selalu ingat, setiap Biya berbuat manis, atau saya habis marah sama dia karena dia nakal, kata2 itu yang jadi pengobatnya. saya ingin pada saat besar nanti, biya tau betapa mama nya yang cuek berusaha membuat dia menjadi tidak sama dengan mama nya, be a better person.
buat saya, selalu mengucapkan "saya sayang kamu" ke orang yang kita cinta itu aneh. buat saya, sayang, cinta, dkk nya itu ngga diucapkan, tp ditunjukkan (oh..I don't have to explain how good I am in guessing
gesture^_^), tapi ada beberapa waktu, papa ayam protes, klo saya tuh ga pernah bilang saya-sayang-dia-saya-cinta-that-kind-of-stuff ^^V, saya mau hanya saya tidak terbiasa.

saya ingat pengalaman seorang teman, kondisi keluarga nya sm lah seperti keluarga saya, tidak romantis, waayyy democratic. pada saat papa nya masih ada, hub mereka (yg saya tau) biasa2 saja, tidak terlalu dekat, tidak juga mesra, yaa selayak nya hub ortu-anak. walaupun tidak pernah ada konflik yaa..
setelah ayah nya meninggal (wait at the beggining I said papa yah skrg berubah jd ayah hehehe whatever deh!) si temen ini jadi ngerasa menyia2kan waktu nya dulu untuk nunjukkin betapa dia sayang sama ayah nya.

disini saya sadar, kadang ketidak romantisan kita, ketidak hangatan kita, ke maluan kita (wait..its weird isnt it?) untuk mengucapkan kata sayang ke org2 yang kita sayang terutama org tua menjadi batas diri kita untuk menunjukkan betapa seharusnya mereka sangat berarti untuk kita. sedihnya kdang saat kita sadar semua sudah terlambat...

over all actually this posting ga nyambung sama judulnya. hihihihi...bodo ah. saya buat posting ini pas lagi kondisi flu berat..oke dehhh bsk lagi nulis lg deh, di panggil bos nih

Oktober 28, 2011

Beloved parents

"there's always a different style in every parenting"
jadi inget semboyan suatu web tentang parenting yang sering saya simak klo lagi nganggur (oke..mostly almost everyday, bukan krn saya nganggur yah..ehm ini ngapain saya klarifikasi ginih)
saya inget pertama kali saya tinggal dirumah mertua, bulan ketiga di perkawinan saya, banyak hal yang ga pernah saya temui sebelumnya. saya belajar bahwa setiap rumah yang kita injak mempunyai nilai dan suasana yang beda dari rumah kita. pe er saya yang terbesar saat itu adalah: harus bisa betah disini, krn disini adalah rumah saya juga. I did succeed live there for 3 years. tanpa banyak konflik yang berarti. baiknya mertua saya dan pengertian suami bisa bikin saya betah tinggal disitu. even after 3 years I have to moved to my own parents house for one another reasons.

to make a long story short,
saya berasal dari keluarga yang sangat santai, demokratis, diplomatis, open minded. papa saya seorang pensiunan pertamina yang kemudia bekerja secara freelance utk perusahaan penambangan setelah pensiun. papa yang tidak pernah ada dirumah most of his time, tapi kami ngga pernah lupa punya dia dan selalu hormat sama dia. papa yang diusianya sudah hampir kepala 6 ini, masih aktif kerja, masih aktif cari uang. buat papa, bisa membelanjakan uangnya utk anak2nya adalah kebanggaan terbesar buat dia. papa yang selalu kerja di luar kota ngga pernah bawa uang banyak dia hanya ambil 500rb dari gajinya untuk biaya jajan dia selama di perantauan utk sebulan masa kerjanya.

Mama saya yang hebat. seorang pensiunan suster. seumur hidupnya menjadi suster membuat dia jadi pribadi yang sabar. banyak hal yang aku rasa ga masuk akal bisa aja dia kerjain. seperti kalau malam2 ada tetangga minta obat dan minta dirawat anak nya yang sakit, tanpa mikir besok dia kerja, saat itu juga dia pergi kerumah tetangga itu untuk merawat anak mereka.mama kerja pagi, sebelum kerja masak makanan utk kami, ngepel rumah, kadang nyuci baju, dan masih mengurus banyak hal rumah tangga dan banyak hal sosial lainnya krn ketidak adaan papa sebagai kepala rumah tangga dan ketidak adaan papa sebagai ketua RT setempat.

most of all,
di keluarga kami, kami semua diajarkan untuk jadi pribadi yang mandiri. kenyataan bahwa kedua orang tua kami adalah pekerja diluar rumah, jarang ada dirumah, membuat saya dan saudara2 saya harus melakukan banyak hal sendiri. in my case, mulai dari sekolah, mempersiapkan semuanya, masak, mencuci baju, bayar listrik, bayar pajak, daftar sekolah, sudah saya lakukan sendiri sejak saya SMP.bukannya mereka kejam, kami masih ingat jelas rasa nya dimanjakan, but nothing last forever. they did  good things to us forced us to be independent in such an early age was a very thoughtful experience I've ever had.

banyak org yang bilang:"you wont know how it feels to be a parents as you become one"

dulu saya ngga pernah mengerti jalan pikiran kedua org tua saya yang melarang saya melakukan banyak hal. melarang saya bepergian ke tempat2 yang saya suka, melarang saya memanfaatkan waktu yang saya punya.setelah saya punya anak, tiba2 saya mengerti semua alasan itu. kadang karena UANG, kadang karena KHAWATIR, kadang karena orang tua tidak mau kita celaka. tiba2 sebagai orang tua saya bisa membaca pikiran mereka.

sekarang...
not much change,
mama saya tingga serumah dengan saya dan keluarga kecil saya. banyak hal yang saya pikir bisa mama kerjakan, karena usia, sekarang tidak bisa dia kerjakan lagi.
papa saya masih bekerja di luar kota, kata beliau, walaupun penghasilan nya tidak besar, tapi papa bekerja bukan lagi untuk keluarga nya saja, tapi kali ini untuk dirinya.

satu hal yang ngga pernah berubah:
they were are and will be the best parents I've ever had.
nothing compare to what they have done to my life. every single good things that i will copy to the way I teach my son later.

Love you all guys^^




Oktober 26, 2011

the in LAWS


dlu sebelum nikah,
Saya kira punya saudara ipar tu sama aja sperti kita punya saudara kandung, melihat dr pengalaman kakak saya dengan saudara2 iparnya (which is semuanya lebih muda dr dia, krn suami dia anak sulung) she getting well with her in laws.

then when I'm married..
3tahun pertama tidak ada konflik yang berarti. kadang saya merasa memang tidak cocok dengan para ipar. is it just me or I don't know what happen, saya ngga pernah merasa bisa getting a long well sama mereka. yang satu terlalu sibuk yang satu lagi terlalu 'nempel' sama suami dan keluarga nya.
sejak itu saya melupakan keinginan untuk "bahagia dan get along well" dengan ipar
saya heran seharusnya sesama ibu2 bisa ngobrol dengan baik yaa...seperti saya dan teman2 saya, seperti saya dan kakak saya yg setelah kami menikah ini ngga pernah sama sekali berantem lagi seperti jaman dlu kami masih kecil. tapi yang membuat saya heran, entah apakah saya yang salah memposisikan diri sendiri atau mereka, kami tidak pernah bisa benar2 akrab. malah pertengahan tahun ini, kami hanya karena hal kecil dan sepele, bertengkar hebat dan berimbas sampai saat ini saya terisolasi dari keluarga suami, kecuali ayah-ibu mertua saya.

is not that its bothering me or its not that it is OK because hell..I don't leave with their money, so I don't need them anyway. tapi saya merasa tidak seperti hidup yang saya mau..saya ngga pernah berusaha untuk mempunya hidup yang sempurna, tapi siapa pula yang mau punya hidup yang cacat???

saya benci ipar2 saya, itu saya akui. saya ngga bisa membayangkan hal baik terjadi diantara kami, yet. at least saya ngga mau mencoba untuk menurunkan ego saya entah-untuk-apa ego itu ada. tapi saya merasa dukungan yang saya butuhkan cukup, saya masih rukun dengan suami dan ibu-ayah mertua saya, saya ngga peduli apa yang org lain pikirkan, saya hanya ingin diterima bila saya ingin diterima, saat ini saya ngga bisa melakukan apa2, saya ingin bahagia untuk diri saya sendiri, saya berusaha untuk itu.

keinginan saya untuk kembali mempunya keluarga utuh lagi bukannya ngga pernah terlintas sama sekali, heyy..I'm nit that egois. from the beginning I just felt that it wasnt my fault, so why bother to say sorry or get thing straight. I hate them so much as I said to myself "Inever hate people as I hate my inlaws" is true, I dont deny it. it is not impportant anymore,its equal they might hate me and as them, I don't care!!!
*postingan galau menjelang ultah bapak mertua*