Desember 28, 2011

some research


Pas jaman kuliah dlu, saya buat (ehm) gank, ok not a kind of gank that doing some criminal things ya..its just kelompok belajar (hoek cuih) yg klo belajar berkelompok malah jd ga belajar mwhahahahaha... Kami ber 10 cewek semua, kami dari berbagai macam tingkah laku, ada yg supel, ada yg gaul, ada yg kutubuku, ada yg cantik, ada yg pemalu tp pintar dan bijaksana-->ini saya nih kyknya ^_^V 
over all, kami memang saling mengisi, saling mempengaruhi, saling meniru..you named it. tp dalam satu hal kami dipisahkan oleh betapa bedanya pribadi kami, yaitu pada saat waktu nya beribadah. yaaa selain agama kami beda2, tp bukan itu saja, kami yang se agama pun beda2, ada yg memang mau dan bangga menunjukkan kalau kami beragama (baca: mau solat setiap waktu nya) dan ada yg cuek sama agama, yg penting di KTP gw jelas. walaupun kami ngga nakal, kami sama sekali ngga pernah minum2an keras, main cowo, atau pun judi (yaeyaaalaahhh..kyk rhoma irama bgt sih-->lagunya ya bukan org nya) berangkat dr situ saya sadar, klo keyakinan seseorg akan adanya Tuhan tuh sangatttttt pribadi.

walaupun kami kemana2 selalu bareng, spt kata Rangga di film AADC "ga punya pendirian" tapi dalam hal beribadah kami berbeda. bisa dibilang kami dipisahkan oleh waktu sholat, saat adzan memanggil (ini bukan judul film yah, though inspired ya buat jd judul film^_^) kami perpisah di depan musolla. kami(termasuk saya) yang memilih sholat sekali dua kali mengajak, saat mereka tidak mau, bukan kami tidak sayang, tapi kami menghormati pilihan mereka, hey ibadah is also an option, the next after you choose a religion.
tahun berlalu, semakin banyak org yang saya temui semakin saya sadar, bahwa memang buat umur yang mempengaruhi pola ibadah seseorang, bukan gaya berpakaian, bukan tutur kata, bukan tingkah laku, gaya beribadah seseorang tidak bisa dilihat sedangkal itu, saya pernah punya temen penyanyi rock, hampir tiap mlm manggung di cafe di bilagan pondok indah. tapi ngga jarang saya menemukannya tersungkur di musolla setiap sebelum kelas di mulai, dr situ saya ngga pernah menilai seseorang dari apa yang saya lihat dengan mata dunia saya.

Saat ini, diusia saya yg ke 25, ok ehm..ke 27..eh skrg tgl brp yah? 28 desember??? oke saya udah 28 (puassss????!!!) saya perhatikan sekeliling saya, I did some little reserach, bagaimana pola ibadah seseorang dilihat dari kacamata org lain. sama sekali ga berbanding lurus. ada cewek jilbab, ibadah rajin tp ternyata bermasalah dengan kesetiaannya, ada seorg bapak, berpangkat, berwibawa, tapi saya sama sekali tidak pernah melihatnya menyentuh ruang musolla (yg ini saya harap dia sholat somewhere else), dan saya??? ngga adil klo saya tidak menjudge diri saya sendiri. saya ini pribadi yang mengikuti arus, untungnya saya itu bergaul dgn org2 yg tepat, waktu SMA, saya bergaul dgn beberapa anak rohis walaupun saya ga gabung rohis but it would be good for my soul to exchange view with them, kuliah D3, saya juga temenan sama beberapa anak2 yg rajin ke musolla, kuliah S1, pacar saya ehm..iya yg skrg jd suami ga pernah lepas ngingetin saya utk solat kapan aja dimana aja, makasi ya bebeb hehehehe nah pas kerja berpindah2 kantor, saya mendapati semakin individualisnya org2, kami bisa bercengkrama bersama, tp urusan ibadah kami bener2 I mean bener2 masing2.

kadang dalam sebulan saya hanya bertemu org yang sama di musolla, di jam yg sama, mungkin saya bisa berprasangka baik klo memang org itu solat di jam yg berbeda dgn saya ya..amin insya Allah. tp saya juga menemukan klo ternyata ada sebagian org yang mau beribadah bila diingatkan (seperti saya kadang2;p) makanya kita kudu jeli dalam memandang, ngga setiap org malas mengingat tuhan ada sebagian org yang hanya butuh sedikit motivasi utk MAU melakukannya.

yang saya sedih,ada beberapa org yang ketika diajak mengingat tuhan, hanya berkata:"salam deh" like it was some kind of jokes ^_^ so sad to hear that. saya juga pernah ngalamin ngingetin org dan dapet reaksi kyk gini, kapok?? mungkin, tp keesokkan harinya saya ulangi ajakkan saya, dan waktu dia balas hal yang sama, saya bilang" Dia ga salam balik tuh kemaren,mungkin lo disuruh kasih salam sendiri kali" hehehe
dulu bahkan pada saat jaman PKL ke malang-bali-Yogya, selama 10 hari saya di doktri oleh seorang dosen yang atheis, dia bilang, enakkan di neraka, ketemu sama artis2 cantik, di dunia bisa berbuat apa aja tanpa perlu takut sm Tuhan mu. dalam hati (iya..hanya dalam hati, betapa pengecutnya saya dalam membela Tuhan sy) saya berkata: kalau di dunia dia ngga inget tuhan, apabila dia mengalami kesulita, kemanakah dia mengadu?? karena seriously, kadang, saat saya sedih, saya punya masalah hati, dan ngga tau harus kemana, I simply ask Him to hear me, after that I feel better. jd nikmat di dunia ini bukan hanya akal-pikiran-kecantikka-kegagahan-kekayaan, buat saya dan sebagian org lainnya, nikmat di dunia ini termasuk kesadaran bahwa kita punya iman yang harus dipelihara, bukan hanya di letakkan di kartu identitas semata. 

saya belum sempurna, I'm waaayy from it, tapi setiap hari disetiap kesempatan I did some research, not to other people's life but in mine, how far I would go for Him? how far I would do things for Him? how far I would seek for His mercy? ^_^


ps: ide nya diambil dari meninggal nya sahabat SMA saya karena sakit tumor otak, we'll miss you Dit! Allah Loves you even better, can't aggree more with Him T_T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar